Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Muhammad Ali Taskhiri ketua Dewan Syura Lembaga Internasional Pendekatan Mazhab-mazhab Islam dalam menjawab pertanyaan Haura Sadr putri Imam Musa Sadr yang disampaikannya melalui surat menyatakan, "Hadhrat Ayatullah Imam Musa Sadr Hafizahullah, ayah kamu yang mulia, memiliki pemikiran yang besar dan semangat yang tinggi untuk mempersatukan mazhab-mazhab Islam yang ada bahkan banyak terlibat dalam dialog antar pengikut agama-agama, kesemuanya adalah pekerjaan mulia dan sebuah perintisan menuju peradaban yang lebih baik."
Ayatullah Taskhiri melanjutkan, "Beliau bukan hanya teladan bagi kaum muslimin, namun juga teladan bagi semua agamawan Ibrahimi khususnya dalam penyelenggaraan dialog-dialog antar mazhab dan lintas agama. Beliau dalam menyampaikan argumen-argumennya sangat logis dan tetap mengedepankan penghormatan dan pemuliaan kepada teman diskusinya. Bagi beliau, fitrah setiap insan itu sama, yaitu kesemuanya mendambakan perdamaian dan persaudaraan, karenanya kegigihan beliau adalah mewujudkan persatuan dan terjalinnya kerjasama antar semua pihak."
Pada bagian lain jawaban suratnya, ketua Dewan Syura Lembaga Internasional Pendekatan antar Mazhab tersebut menuliskan, "Ayatullah Imam Musa Sadr telah mewakafkan dirinya dalam perjuangan dakwah dan tabligh, dan aktivitas beliau dalam perjuangan tersebut lintas Negara. Beliau menggagas gerakan dialog dengan pendekatan kemanusiaan dan keislaman khususnya antar umat nabi Muhammad. Saya berharap semoga Allah SWT senantiasa memberikan taufik dan keikhlasan kepada beliau, senantiasa memberikan pertolonganNya pada beliau. Dan kepada anda semoga Allah senantiasa memberikan kesuksesan dan kebahagiaan."